Keanekaragaman Gulma pada Perkebunan Teh Gambung, serta Kaitannya dengan Naungan dan Tahun Pangkas
Diversity of Weeds in Gambung Tea Plantation in Relation to Shade and Pruning Year
Abstract
Keberadaan gulma pada perkebunan teh merupakan faktor penting yang memengaruhi produktivitas tanaman karena gulma bersaing dalam memperoleh cahaya, air, hara, serta berpotensi menjadi inang hama dan penyakit. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh kombinasi tahun pangkas dan naungan tanaman teh terhadap komposisi serta keanekaragaman gulma di perkebunan teh Gambung, Pusat Penelitian Teh dan Kina. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang melibatkan dua faktor, yaitu kondisi naungan (dengan dan tanpa naungan) dan tahun pangkas (TP4 dan TP5). Data mikroklimat berupa intensitas cahaya, suhu, dan kelembapan diukur, sementara sensus gulma dilakukan dengan metode nested plot pada plot sampel untuk menghitung kerapatan, kerimbunan, frekuensi, dominansi, indeks nilai penting, dan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan 33 spesies gulma dengan tingkat keanekaragaman sedang. Lahan tanpa naungan memiliki indeks keanekaragaman lebih tinggi dibandingkan dengan lahan bernaungan, dan TP5 cenderung memiliki keanekaragaman lebih tinggi daripada TP4. Spesies dominan yang ditemukan adalah Macrotyloma axillare pada TP4 dan Commelina benghalensis pada TP5. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi naungan dan tahun pangkas berpengaruh terhadap struktur komunitas gulma, sehingga hasilnya dapat menjadi dasar pengelolaan gulma yang adaptif dan berkelanjutan di perkebunan teh.
Kata Kunci: Gulma; naungan; nested plot; Shannon-Wiener; tahun pangkas
Downloads
Copyright (c) 2026 Ayu Rimonawasni Manalu, Ahmad Ghozali Ardiansyah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
a. Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
b. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
c. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


